Kota Blitar - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melakukan peninjauan langsung terhadap operasional Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kota Blitar, Kamis (15/10/2026). Peninjauan dilakukan di lima lokasi, yakni KKMP Ngadirejo, Sentul, Tanggung, Bendo, dan Kepanjenlor.
Direktur Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Primer, Kemenkes RI, Elvieda Sariwati mengatakan berdasarkan hasil peninjauan, kelima KKMP tersebut telah berjalan dengan baik. Produk yang paling banyak diminati masyarakat adalah sembako karena harganya lebih murah dibandingkan dengan toko ritel lainnya.
Meski demikian, menurut Elvieda, masih ada hal yang perlu dibenahi. Terutama terkait perencanaan stok produk yang dijual agar tidak kosong terlalu lama. Perencanaan stok juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan sehingga produk yang dibutuhkan tetap tersedia.
“Kalau kita lihat KKMP ini kan dimaksudkan untuk bagaimana menggerakkan ekonomi masyarakat supaya bisa memudahkan akses masyarakat untuk membeli. Tadi kelima-limanya sudah beroperasi. Tadi yang kita tanya paling banyak, ternyata sembako yang paling laku,” kata Elvi.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Blitar, Tri Iman Prasetyono menjelaskan terdapat perkembangan pada operasional KKMP dibandingkan saat pertama kali diluncurkan. Saat ini, lima KKMP tersebut sudah menjual produk UMKM serta gas LPG 3 kilogram bersubsidi dengan harga Rp16.000 per tabung.
“Kalau melihat dari lima KKMP ini, gas LPG bersubsidi stoknya itu tiap kali datang 40 gas itu biasanya langsung habis. Tapi ada batasnya ya, jadi satu keluarga itu maksimal hanya satu tabung dalam waktu satu minggu,” jelasnya.
Pemerintah Kota Blitar berharap penjualan produk UMKM di KKMP terus berlanjut. Pelaku usaha rumahan diharapkan mendapat kesempatan lebih besar untuk memasarkan produknya melalui KKMP sehingga dapat memperluas jangkauan pemasaran. (Lang)