Kota Blitar - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Blitar terus mengawal proses pembangunan Taman Ecopark Joko Pangon tahap III. Hingga saat ini, progres pekerjaan fisik proyek tersebut mencapai 31,62 persen.
Kepala DLH Kota Blitar, Jajuk Indihartati dikonfirmasi Senin (19/10/2026), mengatakan pembangunan fisik Taman Ecopark Joko Pangon menunjukkan deviasi positif sebesar 0,01 persen dari target yang ditetapkan, yakni 31,61 persen.
Saat ini, pekerja tengah mengerjakan beberapa pekerjaan fisik untuk menunjang fasilitas dan sarana prasarana. Diantaranya glamping, outbound, kantor pengelola, talud, entry point, toilet, hingga pujasera. Selain itu, juga ada beberapa fasilitas lain yang dikerjakan di luar area, seperti forest walk dan flying fox.
“Capaian pembangunan 31,6 persen ada deviasi plus 0,01 persen dari rencananya. Dan itu masih banyak juga sifatnya yang dikerjakan di luar dan belum masuk di sini, seperti forest walk dan flying fox,” kata Jajuk.
Dengan capaian positif ini, Jajuk optimis pembangunan Ecoprk Joko Pangon tahun ini berjalan tepat waktu. Setelah pembangunan fisik selesai, dinas setempat akan melakukan pemeliharaan selama enam bulan agar kawasan tersebut dapat dioperasikan secara maksimal.
"Pengembangan Taman Ecopark Joko Pangon diarahkan tidak hanya sebagai ruang terbuka hijau untuk rekreasi dan olahraga, tetapi juga sebagai kawasan edukasi dan konservasi lingkungan serta satwa," tambahnya.
Sebelumnya ditahun 2025, Pemerintah Kota Blitar membangun gerbang sisi selatan, ikon Taman Ecopark Joko Pangon, akses area parkir, dan jembatan dengan alokasi anggaran sekitar Rp2,5 miliar. Pada tahap III ini, Pemkot Blitar mengalokasikan anggaran sekitar Rp3 miliar yang bersumber dari APBD 2026. (Fan)