x
Dikirim oleh Anonim (Belum diperiksa) pada 31 May 2015

<p style="text-align: justify;"><b>BLITAR</b> - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar memastikan tidak ada beras sintetis yang mengandung bahan plastik beredar di pasar-pasar tradisional di wilayah Kota Blitar. Hal itu setelah instansi terkait melakukan pengawasan di beberapa toko beras yang ada di daerah ini.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Menurut keterangan dari Yuli Priatna Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar pada Senin (25/05 mengatakan bahwa sampai pada hari ini di wilayah Kota Blitar masih aman dari peredaran beras sintetis. Pihaknya juga telah melakukan pengecekan dan pengawasan terhadap pedagang beras melalui kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pasar Legi. Sampai saat ini pihaknya belum mendapat laporan adanya temuan beras sintetis yang beredar. &nbsp;Disperindag sangat yakin wilayah Kota Blitar bebas beras sintetis. Dirinya menambahkan untuk membedakan antara beras asli atau sintetis disebutkan bahwa beras asli itu ada cekungan bekas lepasnya embrio akibat penyosohan sehingga terlihat garis bekas penyosohan meski tidak sempurna. Selain itu perbedaan dengan beras sintetis, beras asli juga mudah dipatahkan. Kabid Perdagangan ini mengakui, keberadaan beras sintetis ini telah membuat masyarakat resah khususnya masyarakat Kota Blitar. Namun sejauh ini beras yang disebut-sebut berbahaya bagi kesehatan itu masih belum ditemukan di wilayah ini. Sehingga masyarakat diharap tidak perlu resah dan khawatir, karena Disperindag bersama pihak terkait lainnya akan terus dan tetap melakukan monitoring terhadap peredaran beras plastik itu di pasaran. Yuli juga menghimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dan teliti dalam membeli.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Yuli juga mengharapkan jajaran pegawai, mulai kantor hingga SKPD untuk ikut membantu melakukan pengawasan di lingkungan masing-masing. Dengan demikian, jika sampai ditemukan beras sintetis bisa langsung segera ditangani.(sar)</p>

Post format
standard