Kota Blitar - Pemerintah Kota Blitar menyiapkan strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan tidak hanya mengandalkan pajak dan retribusi, tetapi mengoptimalkan sektor pariwisata sebagai sumber pemasukan daerah yang lebih fleksibel dan bersifat jangka panjang.
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin usai meninjau Ecopark Joko Pangon (20/12/2025) mengatakan, pola peningkatan PAD melalui pajak dan retribusi memerlukan proses regulasi yang cukup panjang. Sehingga kurang responsif terhadap kebutuhan percepatan pendapatan. Karena itu, Pemkot Blitar mendorong pengembangan destinasi wisata agar dapat dikelola secara komersial melalui penambahan fasilitas pendukung.
“Ke depan potensi pendapatan daerah tidak hanya fokus pada pajak dan retribusi. Kalau wisata bisa dikelola secara komersial, selama fasilitasnya kita lengkapi, peluang pemasukan sangat besar,” ungkap Mas Ibbin.
Sebagai langkah awal, Pemkot Blitar tengah mengkaji penataan ulang destinasi wisata yang sudah ada, seperti kawasan Kebon Rojo, termasuk pengelolaan parkir agar terintegrasi sebagai kawasan resmi milik pemerintah daerah. Selain itu, Ecopark Joko Pangon juga direncanakan dikembangkan secara komersial mulai tahun depan dengan konsep wisata buatan. Seperti bumi perkemahan, penyewaan alat camping, outbound, hingga wahana petualangan.
“Mengganti pola pajak dan retribusi perlu proses perwali dan penyesuaian perda yang lama. Supaya bisa lebih cepat bergerak, kita fokus ke wisata yang dikelola BUMD multi usaha dengan memperbanyak fasilitas,” ujarnya.
Seluruh pengembangan tersebut, kata Mas Ibbin, akan dikelola melalui BUMD Multi Usaha yang sedang dipersiapkan Pemkot Blitar. Pihaknya optimistis pengelolaan wisata yang profesional dan terintegrasi mampu meningkatkan PAD sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat. (pang)
Berita Populer
by Admin Kota | 13 Jun 2019
by Admin Kota | 10 May 2019
by Admin Kota | 15 Aug 2025
by Admin Kota | 22 Jun 2023
by Admin Kota | 04 Mar 2019
by Admin Kota | 11 Jan 2023