BERITA

Kota Blitar Kembali Jadi Check Point East Java Journey 2026, Museum Peta Jadi Ikon Persinggahan Pesepeda

Admin Kota 04 Feb 2026 434x Share
img-berita

Kota Blitar - Kota Blitar kembali dipercaya menjadi salah satu titik check point ajang bersepeda jarak jauh skala nasional, East Java Journey (EJJ) 2026. Ini menjadi kali ketiga Kota Blitar terpilih dalam event bersepeda jarak jauh berskala nasional tersebut. Tahun ini, check point EJJ di Kota Blitar dipusatkan di Museum Peta Kota Blitar, Selasa (3/2/2026).

Terpilihnya Kota Blitar sebagai check point tidak lepas dari berbagai pembenahan kota yang terus dilakukan Pemerintah Kota Blitar. Penataan ruang kota, kehadiran berbagai landscape tematik, hingga pembangunan infrastruktur yang semakin ramah pesepeda menjadikan Blitar sebagai kota persinggahan favorit para cyclist. 

Panitia EJJ Mainsepeda DBL selaku PIC Checkpoint Blitar, Evan menjelaskan bahwa East Java Journey merupakan event tahunan keempat yang digelar Mainsepeda. Tahun ini, EJJ menghadirkan dua kategori rute, yakni Full Journey sejauh 1.500 kilometer dan Half Journey sejauh 600 kilometer, yang berlangsung pada 2–8 Februari 2026. 

Evan menambahkan, EJJ 2026 memiliki keunikan tersendiri dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika pada gelaran sebelumnya rute dimulai dari wilayah barat Jawa Timur, tahun ini rute dibalik dan dimulai dari timur. Pihaknya menyebut selain berdasarkan pertimbangan jarak geografis kota blitar juga dinilai memiliki unsur budaya dan sejarah yang kental sehingga tepat dipilih sebagai lokasi checkpoint. 

“Untuk kategori full journey tahun ini diikuti sekitar 40 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Para peserta mengelilingi Jawa Timur dan melintasi 27 kota/kabupaten Start dimulai dari Surabaya, lalu check point pertama di kawasan Ijen Banyuwangi, check point kedua di Monumen Peta Kota Blitar, dan checkpoint ketiga di Magetan. Secara geografis, Blitar menjadi titik yang sangat pas. Selain itu, Blitar juga dikenal memiliki kawasan budaya dan sejarah yang kuat. Pada event sebelumnya check point berada di Istana Gebang, tahun ini kami pilih Museum Peta,” ungkapnya.

Sementara itu, cyclist berusia 25 tahun asal Sidoarjo, Ziddan Attala Nouval menjadi peserta pertama yang tiba di check point kedua Kota Blitar pada Selasa petang. Zidan tercatat sebagai finisher pertama dalam dua gelaran EJJ sebelumnya. Menurutnya, tantangan tahun ini terasa lebih berat karena kondisi fisik yang masih dipengaruhi event bersepeda nanjak di Bandung pada pekan sebelumnya. Namun, persiapan dengan latihan jarak jauh dan durasi panjang menjadi kunci utama. 

Kesan positif juga disampaikan Zidan teruntuk Kota Blitar yang kembali terpilih sebagai lokasi checkpoint. Menurutnya, Blitar memiliki daya tarik tersendiri untuk memberikan pengalaman explorasi baru bagi para cyclist.

"Rutenya selalu menarik karena tiap tahun diganti. Ada kombinasi rute gravel maupun view. Blitar view-nya bagus, jadi pengalaman tersendiri buat kami para cyclist untuk eksplor kota. Rutenya juga sangat mendukung dan ramah pesepeda," tambahnya.

Kembali terpilihnya Blitar sebagai checkpoint East Java Journey, menjadi simbol bahwa kota blitar berhasil dalam mewujudkan kota yang inklusif, berkelanjutan, dan ramah bagi berbagai komunitas, termasuk komunitas pesepeda sebagai kota tujuan sport tourism berbasis budaya dan sejarah. (pang)

Berita Populer

Makna Hari Raya Kupatan

by Admin Kota | 13 Jun 2019

KPU Kota Blitar Tetapkan DPT Pemilu 2024

by Admin Kota | 22 Jun 2023

© Copyright 2023 Pemerintah Kota Blitar. All Rights Reserved