x

Penjelasan:

Berdasarkan penelusuran, isi dari video berdurasi 8 menit tersebut tidak ada pernyataan atau cuplikan yang menyatakan bahwa ketua PA 212, Slamet Maarif melakukan tindakan percobaan pembunuhan terhadap Presiden Jokowi di istana.

Video tersebut berisi narator yang menyebutkan bahwa PA 212 meminta Jokowi untuk mundur sebagai presiden. Terdapat juga narasi pemberitaan yang menyebutkan bahwa Jendral TNI Dudung dimutasi di internal TNI dan pemberitaan tersebut diklaim narator sebagai target untuk didiskreditkan.

Sementara itu pada bagian thumbnail video, merupakan penggabungan dari gambar yang berbeda. Gambar orang yang memegang pedang sudah dimanipulasi dengan menempel wajah dari Slamet Maarif.

Kemudian gambar orang yang memegang senapan merupakan gambar seorang polisi yang menodongkan senjata api saat bentrok dengan pengunjuk rasa anti rancangan undang-undang ekstradisi di Hongkong pada 2019 lalu.

Sedangkan foto Jokowi diambil dari kanal Youtube Sekretariat Presiden. Berdasarkan pencarian menggunakan kata kunci di pencarian google, tidak ditemukan pemberitaan terkait ketua PA 212, Slamet Maarif yang mencoba melakukan tindakan percobaan pembunuhan terhadap Presiden Jokowi.

Ancaman pembunuhan terhadap Jokowi pernah dilontarkan oleh pemuda berinisial HS dalam aksi unjuk rasa ke Bada Pengawas Pemilu (Bawaslu) pada 2019 lalu dan langsung ditangkap oleh petugas kepolisian.

Sumber:
https://internasional.kompas.com/…/demo-di-hong-kong…

https://www.bentengsumbar.com/…/pa-212-sebut-menag…

https://www.liputan6.com/…/3-fakta-soal-pemuda-yang…