x

Rapid Test Corona Tak Sama dengan Pemeriksaan Swab

Blitar Kota - Pemeriksaan virus corona menggunakan rapid test sudah lama mulai dijalankan di Kota Blitar, utamanya dilakukan pada pasien berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP), Orang Tanpa Gejala (OTG), dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Namun, masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui tujuan penggunaan rapid test.  Hasil rapid tes tentu saja tidak bisa menjadi acuan dalam menentukan positif tidaknya seseorang terkena Covid-19, berbeda dengan hasil pemeriksaan swab

Rapid tes sendiri merupakan pemeriksaan atau skrining awal untuk mendeteksi antibodi yang diproduksi oleh tubuh dalam melawan corona. Tujuaannya, tak lain untuk mengetahui  tindakan awal selanjutnya yang bisa diambil tenaga medis terhadap orang yang yang diduga terpapar Covid-19.  Sedangkan pemeriksaan sampel swab menggunakan polymerase chain reaction (PCR) yakni dari sampel lendir yang diambil dari dalam hidung maupun tenggorokan

Mohammad Muchlis, Kepala Dinas Kesehatan sekaligus Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Blitar mengatakan, rapid test yang menunjukan hasilnya positif, belum tentu menunjukan positif korona saat swab,  karena bisa jadi pasien hanya positif flue biasa. Artinya, setelah melakukan rapid test langkah selanjutnya adalah melakukan test swab guna mengetahui apakah benar tubuh terpapar virus corona. Jika dari hasil swab didapat hasil positif, maka pasien akan dilakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Begitupun sebaliknya, rapid test yang menunjukkan negatif Corona, belum bisa menjadi acuan bahwa yang bersangkutan tidak membawa virus Corona, karena memiliki antibody yang bagus. Oleh karena itu, rapid test harus dilakukan sebanyak 2 kali.

Menurut Muchlis, hal ini penting dipahami oleh masyarakat agar tidak terjadi kehebohan ketika hasil rapid test muncul ke publik. Pihaknya, meminta agar masyarakat bisa bersikap dewasa dalam merespond informasi berkaitan dengan Coroan.

 “Rapid test itu skrining awal untuk mengetahui anti body tubuh, kalo postif berarti panas batuk pilek kita positif. Tapi belum kesimpulan, kita harus swab dulu buat nyari tahu tubuh kita ada koronanya aau nggak?,” kata Muchlis saat dikonfirmasi di Kantor Wali Kota Blitar, Jumat (22/05/2020)

Muchlis menambahkan di masa wabah Corona saat ini, Kementerian Kesehatan bersama Pemprov Jatim memberikan bantuan rapid test gratis untuk tenaga kesehatan yang melakukan pelayanan pasien Corona. Rapid test diprioritaskan bagi Orang Dalam Pemantauan (ODP), Orang Tanpa Gejala (OTG), dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Share icon
Dibaca : 222 kali