Kota Blitar - Wali Kota Blitar melakukan pemantauan rehabilitasi atau perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) untuk memastikan progres pembangunan rumah warga berjalan maksimal. Pemantauan tersebut dilakukan di dua titik di wilayah Kelurahan Rembang, Kecamatan Sananwetan, Senin (7/9/2026).
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin mengatakan, pemantauan RTLH di dua titik di wilayah Kelurahan Rembang meliputi pembangunan baru rumah swadaya dan bantuan sosial peningkatan kualitas RTLH, yang memanfaatkan APBD tahun 2026. Menurutnya, bantuan RTLH yang diberikan Pemkot Blitar memberikan keringanan bagi warga penerima untuk melakukan rehabilitasi rumah yang belum layak. Saat ini, Pemkot Blitar masih dalam proses pendataan dan penyelesaian verifikasi, sekitar 200 hingga 300 unit rumah yang sudah siap direhab.
Bersamaan dengan proses verifikasi tersebut, tahun ini Pemkot Blitar juga mendapatkan bantuan rehabilitasi rumah dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (KemenPKP) RI, dengan total lebih dari 1.000 unit rumah. Oleh sebab itu, Mas Ibbin berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan dan pemantauan agar pembangunan rehabilitasi rumah penerima manfaat dapat berjalan maksimal.
"Tentunya menyenangkan bagi warga Kota Blitar bagi warga Kota Blitar yang rumahnya mungkin belum begitu layak, pemerintah menyediakan bantuan rehab untuk rumah tidak layak huni (RTLH)," tegas Ibbin.
Sementara itu, Purwanto, salah satu penerima manfaat bantuan program RTLH, sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemerintah Kota Blitar yang memberikan perhatian lebih kepada keluarganya untuk membantu meningkatkan kualitas bangunan rumahnya. Pihaknya menyebut, bantuan sosial peningkatan kualitas RTLH yang diterimanya sebesar Rp17.160.000 dan digunakan untuk melakukan rehabilitasi atap pada bagian dapur.
"Terimakasih atas partisipasi pemerintah yang telah memberikan bantuan pada saya dan saya sangat berterimakasih," terang Purwanto.
Sementara itu, penerima bantuan RTLH lainnya, Yuyun, mendapatkan bantuan sebesar Rp35.000.000 untuk pembangunan baru rumah swadaya. Pengerjaan mulai dilakukan pada awal Agustus dan ditargetkan selesai sebelum akhir tahun 2026. (Fan)