admin@blitarkota.go.id (0342) 801171

BERITA

Podcast Blitar 24 Jam Jadi Ruang Dialog, Mas Ibin Dengarkan Aspirasi Warga di City Walk MBK

Admin Kota 12 Oct 2026 14x
Podcast Blitar 24 Jam Jadi Ruang Dialog, Mas Ibin Dengarkan Aspirasi Warga di City Walk MBK

Kota Blitar - Pemerintah Kota Blitar terus membuka ruang komunikasi dengan masyarakat melalui pendekatan yang lebih santai dan terbuka. Salah satunya dilakukan Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin melalui kegiatan Blitar 24 Jam Podcast Bareng Mas Ibin di kawasan City Walk Makam Bung Karno, Sabtu malam (10/10/2026).

Dipandu pegiat Stand Up Indo Blitar, Istajib Lana dan Sadewo, podcast berlangsung dalam suasana cair dengan melibatkan komunitas pedagang, anak muda, serta masyarakat yang hadir. Format dialog terbuka tersebut memungkinkan warga berinteraksi langsung dengan wali kota, termasuk membahas konsep Blitar 24 Jam dan pemanfaatan kawasan perkotaan sebagai ruang aktivitas masyarakat.

Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin menjelaskan konsep Blitar 24 Jam bertumpu pada kesiapan pelayanan publik yang dapat menjangkau kebutuhan masyarakat sepanjang waktu. Pengembangan layanannya tidak hanya menyasar rumah sakit dan layanan darurat, tetapi juga kawasan wisata serta pelayanan pada akhir pekan. Pemkot Blitar turut menghadirkan sejumlah layanan Mal Pelayanan Publik (MPP) dalam kegiatan Car Free Day (CFD) agar masyarakat memiliki alternatif akses pelayanan di luar hari kerja.

“Konsep 24 jam ini berlandaskan kesiapan layanan publik Pemerintah Kota Blitar untuk melayani warga. Sekarang tidak hanya rumah sakit dan layanan darurat, kawasan wisata seperti Makam Bung Karno juga operasionalnya sudah kita buka 24 jam. Termasuk saat akhir pekan, di CFD kami hadirkan beberapa layanan MPP agar masyarakat tetap bisa mengakses pelayanan,” ujar Syauqul Muhibbin.

Selain pelayanan publik, pengembangan Blitar 24 Jam juga diarahkan untuk mendukung aktivitas ekonomi sekaligus menjaga kenyamanan masyarakat dan wisatawan. Pemkot Blitar mendorong kesiapsiagaan petugas Satpol PP dan Dinas Perhubungan pada sore hingga malam hari untuk menjaga ketertiban. Penanganan pengamen dan pengemis juga menjadi perhatian melalui penertiban dan pendekatan persuasif. Ke depan, ruang-ruang potensial, termasuk kawasan pasar, diharapkan dapat dikembangkan sebagai pusat ekonomi kreatif dan tempat berkumpulnya anak muda.

Dalam sesi dialog, Ramlan - perwakilan Asosiasi Game dan Konten Digital Indonesia menyampaikan sejumlah usulan terkait pengembangan kawasan Blitar 24 Jam. Salah satunya adalah pemanfaatan bus sekolah pada malam hari sebagai bus wisata dengan rute yang menghubungkan terminal, stasiun, dan kawasan Makam Bung Karno. Menurutnya, konektivitas tersebut dapat memudahkan mobilitas wisatawan sekaligus mendukung aktivitas ekonomi di Kota Blitar.

“Jadi, pengunjung yang sampai di Blitar tidak kesulitan mengakses transportasi dan bisa diarahkan untuk menginap di sekitar kota. Ini bisa jadi konsep yang sangat mendukung pertumbuhan ekonomi di Kota Blitar,” ujarnya.

Selain transportasi, Ramlan juga mengusulkan agar kegiatan dialog masyarakat dapat dikolaborasikan dengan pameran produk maupun seminar IT dan digelar bergiliran di berbagai lokasi. Langkah ini dinilai dapat memperkenalkan lebih banyak kawasan sebagai ruang kolaborasi, diskusi, dan pengembangan ekonomi kreatif bagi komunitas anak muda. (Pang)