Kota Blitar - Pemerintah Kota Blitar membuka ruang komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat, khususnya kalangan anak muda, melalui Podcast Awur-awuran Bareng Mas Ibin di Angkringan Jogja Pasar Wage, Sabtu malam
(3/10/2026).
Dalam suasana santai Wali Kota Blitar, Mas Ibin berdialog langsung dengan anak muda, komunitas, hingga pelaku seni untuk menyerap aspirasi sekaligus menjelaskan berbagai program pemerintah. Dipandu pegiat Stand Up Indo Blitar Istajib Lana dan Figo, dialog berlangsung cair dengan isu yang dibahas mulai pendidikan, beasiswa, olahraga, ruang bagi musisi lokal, hingga lapangan pekerjaan.
Mas Ibin menilai komunikasi dengan masyarakat tidak harus selalu berlangsung dalam forum formal dan protokoler. Menurutnya, suasana yang lebih santai justru dapat membuka ruang dialog yang lebih luas, sehingga masyarakat lebih leluasa menyampaikan pertanyaan maupun aspirasi. Meski dikemas secara informal, substansi pembahasan tetap diarahkan pada penyampaian informasi dan penjelasan mengenai kebijakan serta program pemerintah.
“Intinya, pertanyaan-pertanyaan masyarakat itu pemerintah akan menjawab. Saya sebagai pribadi ataupun sebagai kepala daerah, tentang kebijakan juga kita akan jawab,” ungkapnya.
Ketua Stand Up Indo Blitar, Istajib Lana mengatakan forum tersebut berangkat dari banyaknya keluhan dan percakapan warga di media sosial yang kemudian ingin dibawa ke ruang dialog secara langsung. Menurut dia, pertemuan dengan kepala daerah membuat masyarakat memiliki ruang untuk menyampaikan persoalan sekaligus mengetahui jalur dan program pemerintah yang dapat diakses.
“Daripada cuma ada di medsos, mending kita bikin gerakan ‘Sambat Bareng Mas Wali’. Kita bikin forum yang lebih tidak formal, supaya bisa ketemu anak-anak muda, seniman, atau siapa pun. Semuanya boleh datang dan menyampaikan unek-unek,” ujarnya.
Salah satu aspirasi disampaikan Arnet Sund, musisi sekaligus guru honorer serta anggota Stand Up Indo Blitar. Ia menyoroti pentingnya penguatan sosialisasi program pendidikan, termasuk beasiswa, serta ruang bagi musisi lokal untuk mengembangkan karya.
Mas Ibin kemudian menegaskan perhatian Pemkot Blitar terhadap akses pendidikan tinggi bagi masyarakat. Pemerintah Kota Blitar, kata dia, siap memfasilitasi warga untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang S-1 melalui beasiswa Pemkot maupun akses program pemerintah pusat seperti Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K).
Selain pendidikan, aspirasi mengenai olahraga, potensi musisi lokal, dan lapangan pekerjaan juga menjadi bagian dari dialog. Mas Ibin menilai masukan dari komunitas menjadi bagian penting dalam penyusunan respons pemerintah terhadap persoalan yang berkembang di masyarakat. Ia juga menekankan bahwa pembangunan Kota Blitar membutuhkan keterlibatan berbagai elemen, termasuk anak muda dan komunitas.
Kedepan Mas Ibin mendorong ruang dialog serupa dapat berlangsung secara rutin dengan tema yang menyesuaikan kebutuhan masyarakat. Ia juga meminta seluruh organisasi perangkat daerah aktif menyampaikan program, menjawab pertanyaan warga, serta menindaklanjuti aspirasi yang membutuhkan kebijakan. (pang)