Kota Blitar - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menargetkan 78 ribu anak usia 9 bulan hingga 5 tahun mendapat vaksin campak. Langkah ini dilakukan setelah penetapan kejadian luar biasa (KLB) campak di Kabupaten Sumenep.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menegaskan percepatan vaksinasi campak dilakukan agar penanganan kasus campak, utamanya di Sumenep segera tertangani. Anak - anak usia 9 bulan - 5 tahun yang belum menerima vaksin campak di Jawa Timur akan disisir agar segera tercover vaksinasi.
“Penanganan KLB campak di Sumenep menjadi perhatian kita bersama, karena itu kami mendorong kabupaten kota termasuk Blitar untuk terus menggiatkan imunisasi dasar lengkap pada bayi dan balita,” ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Blitar, Dharma Setiawan memastikan stok imunisasi dasar lengkap (IDL) di wilayahnya aman dan tercukupi, termasuk vaksin campak dan rubella. Meski belum ditemukan kasus campak di Kota Blitar, pihaknya mengingatkan orangtua agar dalam membawa bayi dan balitanya untuk mengikuti jadwal imunisasi.
“Kalau dari kami rutin terus menggalakkan imunisasi yang kami berikan enam bulan sekali, di mana vaksin campak termasuk di dalamnya. Jadi silakan bagi para orangtua bisa memastikan balitanya rutin mengikuti imunisasi lengkap baik di puskesmas, pustu maupun posyandu,” jelasnya.
Dengan dukungan orangtua yang sadar akan imunisasi, Dharma optimis anak-anak di Kota Blitar tetap sehat dan terbebas dari ancaman campak maupun penyakit menular lainnya. (pang)