admin@blitarkota.go.id (0342) 801171

BERITA

Pemkot Blitar Teguhkan Komitmen Pelestarian Budaya Lewat Final Lodaya Senja Saka 2025

Admin Kota 29 Oct 2025 368x
Pemkot Blitar Teguhkan Komitmen Pelestarian Budaya Lewat Final Lodaya Senja Saka 2025

Kota Blitar - Pemerintah Kota Blitar melalui Dinas Pendidikan kembali meneguhkan komitmennya dalam melestarikan nilai-nilai karakter dan budaya bagi peserta didik. Wujud nyata komitmen tersebut ditunjukkan melalui kegiatan final Lomba Lodaya Senja Saka, yang digelar di aula SMPN 6 Blitar, 29 dan 30 Oktober 2025.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar, Dindin Alinurdin menegaskan Lodaya Senja Saka merupakan agenda tahunan yang menjadi media penguatan karakter siswa melalui pelestarian budaya local, yang sejalan dengan program Sekolah Religius, Nasionalis, dan Berbudaya (SERENADA). Selain itu, juga untuk mengevaluasi penerapan kurikulum muatan lokal, termasuk pelaksanaan sehari berbahasa Jawa yang tertuang dalam Peraturan Wali Kota.

“Lodaya Senja Saka ini kegiatan rutin tiap tahun sebagai bagian dari implementasi sekolah religius, nasionalis, dan berbudaya. Utamanya untuk pelestarian budaya kita. Kami berupaya agar nilai-nilai budaya, khususnya pelestarian bahasa Jawa di Kota Blitar, dapat diimplementasikan secara optimal melalui kolaborasi antara peserta didik dan guru,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK), Dispendik Kota Blitar, Muhammad Arifin menambahkan, tahun ini Lodaya Senja Saka mengusung tema “Ngemban Budaya Jawa, Ngukir Prestasi Insan Pendidikan.” Kegiatan diisi dengan berbagai lomba seni budaya seperti geguritan, dongeng basa Jawa, hingga macapat.

Pihaknya menilai tahun ini antusiasme peserta meningkat pesat. Tercatat 182 peserta mengikuti tahap penyisihan, lebih banyak dibanding tahun sebelumnya yaitu sekitar 100 peserta. Arifin berencana untuk memperluas kategori lomba di tahun mendatang agar semakin banyak siswa dapat terlibat aktif dalam pelestarian bahasa dan budaya Jawa.

“Tahun depan, Insyaallah akan kami tambah kategori seperti cangkriman dan seni bahasa Jawa lainnya. Intinya, kegiatan ini bukan sekadar lomba, tapi sarana pendidikan karakter melalui budaya,” ujarnya.

Dengan menanamkan kecintaan terhadap bahasa dan budaya Jawa sejak dini, Dinas Pendidikan berharap lahir generasi muda yang berkarakter kuat, berbudaya, dan siap bersaing di era global tanpa kehilangan akar identitasnya. (Pang)