Kota Blitar - Pemerintah Kota Blitar terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan produktif. Salah satunya melalui Gerakan Pengendalian Penyakit Prioritas dengan fokus sosialisasi kanker leher rahim (serviks) dan kanker payudara. Kegiatan ini digelar di Balai Kota Kusuma Wicitra pada Selasa (23/9/2025) dengan menghadirkan narasumber dr. Adyupta Apsari, SpOG yang memberikan edukasi pentingnya skrining kesehatan bagi perempuan.
Hadir mewakili Wali Kota Blitar, Sekretaris Daerah Kota Blitar, Priyo Suhartono menegaskan bahwa kesehatan menjadi salah satu pilar utama pembangunan sumber daya manusia. Hal itu juga sejalan dengan visi Kota Blitar yang ingin mewujudkan kota maju, sehat, dan sejahtera dengan menempatkan masyarakat sebagai prioritas utama. Termasuk melalui upaya preventif berupa edukasi dan deteksi dini kanker serviks serta payudara.
“Pembangunan SDM ditujukan untuk menciptakan masyarakat yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Pilar utamanya melalui intervensi pendidikan kesehatan dan penguatan deteksi dini penyakit kanker,” ungkap Priyo.
Priyo juga menyoroti laporan Kementerian Kesehatan yang menyebut 90 persen kasus kanker pada perempuan disebabkan faktor lingkungan, gaya hidup, serta minimnya pengetahuan kesehatan. Karena itu, sosialisasi yang bersifat edukatif menjadi sangat penting agar para ibu lebih paham mengenai pencegahan maupun risiko penyakit tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Blitar, Dharma Setiawan menambahkan bahwa sebagian besar kasus kanker di masyarakat baru terdeteksi pada stadium lanjut. Fakta ini mendorong perlunya kegiatan preventif untuk meningkatkan pencegahan, pengendalian, dan pemahaman masyarakat, sekaligus memperkuat peran organisasi wanita dalam mensosialisasikan upaya deteksi dini.
“Data kami menunjukkan 60–70 persen pasien kanker leher rahim dan payudara baru mengetahui dirinya mengidap penyakit ini setelah memasuki stadium lanjut. Maka dari itu, sosialisasi dan upaya deteksi dini sangat penting dilakukan sebelum gejala kronis muncul,” tegasnya.
Dharma menambahkan kegiatan ini selaras dengan Rencana Aksi Nasional Eliminasi Kanker Leher Rahim 2030 yang digalakkan secara nasional. Ke depan, Pemkot Blitar akan terus menggandeng tenaga kesehatan, organisasi profesi, mitra masyarakat, serta lintas sektor untuk memperluas sosialisasi, promosi kesehatan, hingga layanan pemeriksaan dini bagi masyarakat. (Pang)