Kota Blitar - Pemerintah Kota Blitar membuka ruang dialog bersama Paguyuban Putra Sang Fajar dan perwakilan pelaku usaha di Paseban Makam Bung Karno (MBK), Minggu malam (7/9/2026). Dialog tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Blitar menampung aspirasi masyarakat terkait operasional kawasan MBK yang kini dibuka selama 24 jam.
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin dalam kesempatan tersebut menyampaikan pembukaan MBK selama 24 jam merupakan langkah untuk meningkatkan kunjungan sekaligus memberikan keleluasaan bagi wisatawan untuk berziarah kapan pun. Meski demikian, pemerintah tetap mempertimbangkan berbagai masukan masyarakat terkait perubahan pola kunjungan dan aktivitas ekonomi di sekitar kawasan.
"Pembukaan 24 jam ini bagus untuk meningkatkan animo kunjungan sekaligus memberikan kesempatan wisatawan untuk datang kapan pun di MBK. Namun, kami juga mendengar dan memahami kekhawatiran dari masyarakat serta pelaku usaha terkait perubahan pola kebiasaan-kebiasaan sebelumnya yang akhirnya harus menyesuaikan kebijakan ini," ungkapnya.
Mas Ibin menyebut, potensi pengembangan MBK masih besar, ditandai dengan rata-rata kunjungan yang meningkat dari sekitar 18 ribu menjadi 24 ribu pengunjung per bulan. Ke depan, Pemkot Blitar menargetkan kunjungan tersebut dapat meningkat dua hingga tiga kali lipat.
Perwakilan pedagang yang turut hadir, Maskur mengapresiasi ruang dialog yang diberikan Pemkot Blitar. Pihaknya menyebut aspirasi dari pedagang pasar dan pelaku usaha di kawasan MBK telah disampaikan secara langsung dan mendapat respons pemerintah untuk dikaji lebih lanjut, sehingga diharapkan terdapat solusi yang dapat mengakomodasi kepentingan seluruh pihak.
"Kami sampaikan beberapa kekhawatiran dan usulan dari perwakilan teman-teman paguyuban dan pedagang. Alhamdulillah tadi ditampung dan ada solusi yang dijanjikan untuk nantinya akan dikaji dan ditindaklanjuti kembali. Kami berharap ke depan semuanya bisa berjalan dengan baik, wisata MBK makin ramai, perputaran ekonomi warga sekitar juga ikut meningkat," ujarnya.
Pemkot Blitar selanjutnya akan melakukan penataan dan kajian terhadap operasional MBK dengan mempertimbangkan aspek kunjungan wisata sekaligus aktivitas ekonomi masyarakat. Dengan langkah tersebut, pengembangan MBK diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah wisatawan, tetapi juga memperluas manfaat ekonomi bagi pedagang dan pelaku ekonomi kreatif. (Pang)
Berita Populer
by Admin Kota | 13 Jun 2019
by Admin Kota | 10 May 2019
by Admin Kota | 15 Aug 2025
by Admin Kota | 22 Jun 2023
by Admin Kota | 04 Mar 2019
by Admin Kota | 11 Jan 2023