Kota Blitar - Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan Proklamator Bung Karno (PPBK) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat melalui gelaran Literasi Wastra Nusantara ke-5, yang digelar 7–8 Oktober 2025, di Auditorium Sukarno lantai 3. Kegiatan ini menjadi ajang edukasi dan inspirasi bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi budaya menjadi karya bernilai ekonomi tinggi.
Kepala UPT PPBK, Nurny Syam menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial serta mendukung Program Prioritas Nasional ke-4, yakni Meningkatkan Sumber Daya Manusia Berkualitas dan Berdaya Saing.
Menurut Nurny, wastra nusantara yang meliputi kain tradisional seperti batik, songket, tenun, dan ulos tidak hanya sekadar produk budaya. Tetapi juga sumber ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
“Literasi ini sejalan dengan gagasan Bung Karno yang menginginkan kain nusantara tampil sebagai simbol seni dan jati diri bangsa. Di sini kami juga memiliki koleksi galeri wastra nusantara yang memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat pembelajaran dan pelestarian budaya bangsa,” ungkap Nurny.
Nurny menambahkan, dalam kegiatan kali ini UPT PPBK menghadirkan Nina, Owner Lemayung, sebagai narasumber. Nantinya peserta akan mendapatkan pengalaman tentang cara menggabungkan unsur tradisi dan inovasi agar wastra nusantara mampu bersaing di pasar modern. Beberapa contoh produk hasil kreasi wastra yang dikembangkan antara lain tas, bando, sabuk, kipas, dan kain lilit.
“Melalui kegiatan ini kami harapkan peserta tidak hanya mengenal beragam jenis wastra dari sisi budaya, tetapi juga mendapat bekal untuk menciptakan produk-produk kreatif bernilai ekonomi tinggi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Nurny menegaskan bahwa melalui Literasi Wastra Nusantara ke-5 ini, UPT PPBK berkomitmen menghadirkan ruang inovatif bagi masyarakat untuk berkarya, berinovasi, serta meningkatkan kesejahteraan berbasis budaya lokal. (pang)