Kota Blitar - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Blitar kembali melakukan penanaman jagung di Lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), sebagai bagian dari program ketahanan pangan sekaligus pembinaan kemandirian warga binaan.
Kepala Seksi Bimbingan Narapidana, Anak Didik, dan Kegiatan Kerja (Kasi Binadik dan Giatja), Lapas Kelas IIB Blitar, Bagus Ramadian Permana mengatakan penanaman jagung dilakukan Kamis (1/10/2026) di lahan Jatimalang, Kelurahan Sentul seluas 500 meter persegi.
Sebelumnya di lahan yang sama, Lapas Kelas IIB Blitar telah memanen jagung lebih dari dua ton jagung. Setelah proses panen selesai, 28 September lalu, pihak Lapas langsung melakukan pengolahan dan persiapan lahan untuk kembali ditanami.
“Setelah panen, kita langsung tancap gas untuk menggarap dan mempersiapkan lahan kembali. Tepatnya 1 Oktober, kita sudah menanam kembali jagung di lahan SAE yang ada di luar,” ujar Bagus.
Bagus menyebut, pemanfaatan lahan pertanian tersebut menjadi bagian dari upaya Lapas Blitar memperkuat pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Pola pertaniannya juga tidak hanya mengandalkan tanaman jagung. Jenis tanaman yang dibudidayakan bervariasi menyesuaikan kondisi lahan, cuaca, serta ketersediaan pasokan air.
“Lahan yang kecil dan apa adanya kami maksimalkan untuk kegiatan pertanian dan perikanan guna meningkatkan dan memperkuat pembinaan kemandirian untuk warga binaan pemasyarakatan yang ada di Lapas Blitar,” jelasnya.
Bagus menambahkan Lapas Blitar terus berkomitmen mengoptimalkan potensi lahan serta menargetkan produktivitas pertanian dapat dipertahankan melalui pengelolaan lahan yang berkelanjutan. (lang)