Kota Blitar - Pemerintah Kota Blitar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyelenggarakan Anugerah Lingkungan Hidup Tahun 2024, Rabu (04/12/2024) di Kebon Rojo, Kota Blitar. Acara ini menjadi ajang penghargaan bagi masyarakat yang berperan aktif dalam menjaga dan mengelola lingkungan hidup di Kota Blitar. Penghargaan diberikan dalam beberapa kategori, yaitu pemanfaatan dan pemeliharaan biopori, pengelolaan bank sampah, Kelurahan Berseri, Sekolah Adiwiyata, dan Kampung Iklim. Para pemenang diberikan piagam, piala, dan uang pembinaan dari DLH Kota Blitar.
Kepala DLH Kota Blitar, Jajuk Indihartati menyampaikan bahwa saat ini kondisi lingkungan hidup menghadapi berbagai tantangan, baik di tingkat nasional maupun global. Pihaknya menambahkan, Pemkot Blitar terus mendorong partisipasi masyarakat melalui program-program lingkungan yang melibatkan masyarakat secara langsung. Hasilnya, Kota Blitar berhasil meraih berbagai penghargaan di tingkat kota, provinsi, hingga nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup.
“Kondisi lingkungan hidup tidak dalam keadaan baik-baik saja. Indeks kualitas lingkungan hidup menunjukkan penurunan akibat perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, serta polusi udara, tanah, dan air yang disebabkan limbah domestik dan industri. Meski demikian, kami mengapresiasi masyarakat yang telah berkontribusi dalam pengelolaan lingkungan hidup,” kata Jajuk.
Wali Kota Blitar, Santoso juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menjaga lingkungan hidup, mulai dari pengelola bank sampah, pelaksana program Adiwiyata, hingga petugas kebersihan yang konsisten menjaga kebersihan kota. Pihaknya juga menyoroti keberhasilan Kota Blitar dalam pengelolaan sampah. Dengan produksi sampah sekitar 70 ton per hari, bank sampah menjadi solusi untuk memilah sampah basah, kering, medis, dan rumah tangga, sehingga volume residu di tempat pembuangan akhir dapat diminimalkan.
“Kota Blitar telah 16 kali berturut-turut meraih Piala Adipura. Ini bukan tugas yang mudah, mengingat setiap tahun kriteria penilaian terus bertambah. Namun, dengan inovasi dan kerja keras, kita mampu mempertahankan penghargaan ini,” jelas Wali Kota Santoso.
Wali Kota Santoso berharap penghargaan dan hadiah yang diberikan menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus menjaga kelestarian lingkungan, baik di sekolah maupun di lingkungannya masing-masing. (Att)