Kota Blitar - Komisi II DPRD Kota Blitar Bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) melakukan sidak ke tiga titik perdagangan, mulai dari Pasar Pahing, Pasar Legi, hingga Pusat Kuliner, Rabu (30/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengawasan anggota dewan, sekaligus evaluasi terhadap kondisi pasar setelah pembangunan dan revitalisasi dilakukan.
Ketua Komisi II DPRD Kota Blitar, Yohan Tri Waluyo mengatakan sidak dilakukan untuk melihat langsung kondisi pasar sekaligus mendengar masukan pedagang. DPRD bersama Pemkot ingin mencari langkah yang dapat membantu pedagang kembali aktif di tengah kondisi ekonomi yang masih menjadi tantangan.
“Jadi intinya kita ini turun, memang sekarang ini ekonomi juga lagi sulit, terutama pedagang kecil ini kan juga banyak yang sambat. Kita berupaya untuk carikan solusi agar teman-teman pedagang yang dulunya berjualan mau melakukan aktivitasnya kembali.”
Salah satu hal yang menjadi perhatian yaitu aktivitas perdagangan yang belum maksimal. Untuk itu, hasil sidak dan masukan di lapangan akan digunakan sebagai bahan perbaikan pengelolaan pasar dan kawasan perdagangan.
Sementara itu, Kepala Disperindag Kota Blitar, Parminto menjelaskan pembangunan Pasar Pahing dan Pusat Kuliner secara fisik sudah rampung. Sementara Pasar Legi masih dalam proses pekerjaan karena masa kontraknya berjalan hingga 18 Desember 2026.
Parminto membenarkan aktivitas perdagangan yang belum maksimal, terutama di Pasar Pahing. Untuk itu, pihaknya bersama jajaran dewan akan Menyusun langkah agar pedagang yang masih tutup dapat kembali berjualan, termasuk usulan pembebasan retribusi untuk sementara waktu. Termasuk pemusatan event-event strategis di lokasi pasar untuk bisa menarik minat anak muda, sehingga aktivitas perdagangan semakin ramai.
“Intinya kalau di Pahing, secara hasil bagus. Terus ketika tanya ke pedagang memang ada sepinya kan di sana. Tadi ada usulan bagus dari DPRD Komisi II, bagaimana untuk dibebaskan dulu retribusinya dalam satu minggu atau satu bulan, itu kan catatan bagus,” kata Parminto.
Parminto menyebut usulan tersebut akan menjadi catatan untuk ditindaklanjuti bersama. Masukan di lapangan akan digunakan untuk memperbaiki pengelolaan pasar sekaligus mendorong kawasan perdagangan kembali aktif. (Lang)