Kota Blitar - Stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjadi fokus utama dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang digelar Pemerintah Kota Blitar menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kegiatan berlangsung di Ruang Sasana Praja Kantor Wali Kota Blitar, Senin (22/12/2025).
Sekretaris Daerah Kota Blitar, Priyo Suhartono mengatakan HLM TPID menjadi wadah koordinasi dan sinergi antar pemangku kepentingan dalam memantau dinamika harga serta ketersediaan pasokan kebutuhan pokok. Khususnya menjelang momentum Nataru yang rawan memicu lonjakan Harga hingga inflasi.
“HLM TPID digelar sebagai upaya untuk wadah koordinasi dan sinergi antar stakeholder maupun instansi untuk memantau dinamika harga sekaligus ketersediaan pasokan barang kebutuhan pokok, terlebih saat ini memasuki Nataru,” kata Priyo.
Priyo menjelaskan Kota Blitar merupakan daerah non Indeks Harga Konsumen (IHK) sehingga acuan inflasi mengikuti Kota Kediri. Pada November 2025, inflasi Kota Blitar tercatat sebesar 2,71 persen year on year dan 2,17 persen year to date. Komoditas penyumbang inflasi terbesar antara lain cabai rawit, cabai merah, dan daging ayam ras.
Sementara, berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan, Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kota Blitar pada minggu kedua Desember 2025 mencapai 5,99 persen. Kenaikan ini dipicu oleh turunnya produksi cabai, sifat cabai yang mudah rusak, serta meningkatnya permintaan dari sektor non rumah tangga.
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin menegaskan berbagai langkah antisipatif terus diperkuat untuk menjaga stabilitas harga pangan. Diantaranya dengan penguatan operasi pasar murah bersinergi dengan Bulog, koordinasi dan sidak ketersediaan stok, pengelolaan data harga bahan pokok, hingga peningkatan produksi sektor hortikultura, peternakan, dan perikanan.
“Kami sangat mengapresiasi upaya sinergi yang dilakukan lintas sektor dalam mengantisipasi inflasi. Penguatan pelaksanaan operasi pasar murah bersinergi dengan Bulog,” ujar Mas Ibbin.
HLM TPID ini turut dihadiri pimpinan Bank Indonesia (BI) Kediri, Bulog Tulungagung, perwakilan Polres Blitar Kota, serta Kejaksaan Negeri Blitar sebagai wujud kolaborasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah jelang Nataru. (Fan)
Berita Populer
by Admin Kota | 13 Jun 2019
by Admin Kota | 10 May 2019
by Admin Kota | 22 Jun 2023
by Admin Kota | 04 Mar 2019
by Admin Kota | 11 Jan 2023
by Admin Kota | 20 Feb 2023