Kota Blitar - Pemerintah Kota Blitar meluncurkan Forum Petani Muda Blitar (FPMB) sebagai upaya mencetak generasi tangguh penerus estafet pertanian di Kota Blitar. FPBM di launching pada Selasa (07/10/2025) di halaman Hortikultura, DKPP Kota Blitar.
Kepala DKPP Kota Blitar, Dewi Masitoh mengatakan pembentukan FPMB bertujuan untuk regenerasi petani muda agar lebih mengenal dunia pertanian dan tertarik menjadi petani milenial. Sebab, seiring perkembangan teknologi, minat generasi muda terhadap profesi petani mulai berkurang.
“Regenerasi petani semakin lama semakin berkurang. Karena itu, bersama FPMB kita berinisiatif membentuk forum petani muda Blitar sesuai Perwali Nomor 38 Tahun 2025,” jelas Dewi.
Saat ini, FPMB beranggotakan 36 petani muda yang akan mendapatkan pembinaan dan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia. Termasuk pelatihan pengoperasian teknologi pertanian modern seperti drone sprayer, serta strategi pemasaran hasil pertanian seperti cabai. Dewi berharap, kehadiran FPMB dapat menjaga keberlanjutan sektor pertanian di Kota Blitar.
“Kami ingin estafet sektor pertanian tidak berhenti di sini, sehingga ketahanan pangan di Kota Blitar tetap terjaga dan berkelanjutan,” imbuhnya.
Sementara itu, Staf Ahli Walikota Blitar Bidang Kemasyarakatan, Yudha Budiono menyampaikan dukungannya terhadap forum ini. Menurutnya, FPMB menjadi wadah penting untuk menguatkan regenerasi petani, khususnya generasi muda agar mau menekuni dunia pertanian. Hal tersebut juga sejalan dengan Perwali No. 38 tahun 2025 tentang penyelenggaraan forum petani muda Blitar.
“Saya mewakili Wali Kota Blitar sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan ini. Melalui FPMB, kita harapkan lahir petani-petani muda yang berdaya saing dan mampu memanfaatkan teknologi pertanian modern,” ungkap Yudha.
Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan penyerahan simbolis alat mesin pertanian (alsintan) berupa drone sprayer, sebagai bentuk dukungan Pemerintah dalam mendukung produktivitas pertanian di Kota Blitar. (Fan)