Kota Blitar - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Blitar menyiapkan sekitar tiga psikolog untuk mendampingi anak-anak yang diduga terlibat atau terdampak insiden kerusuhan di Kota Blitar pada akhir Agustus lalu. Langkah ini sebagai upaya trauma healing agar kondisi mental anak dapat segera pulih dan tidak mengalami dampak psikologis berkepanjangan.
Kepala DP3AP2KB Kota Blitar, Parminto menjelaskan, ketiga psikolog tersebut memiliki keahlian yang berbeda. Misalnya, ada yang fokus pada aspek hukum, khususnya dalam memberikan pemahaman kepada anak terkait konsekuensi hukum dari tindakan yang melanggar. Dua lainnya bertugas melakukan pendampingan psikis dan pemulihan trauma agar anak bisa kembali menjalani aktivitas normal tanpa rasa takut.
Pihaknya menyebut, pendampingan nantinya dilakukan secara maksimal melalui asesmen dan terapi. Tujuannya mencegah anak mengulangi tindakan yang merugikan serta memastikan mereka mendapatkan perlindungan dan dukungan yang dibutuhkan.
"Kami siapkan tiga tenaga psikolog profesional, yang memang selama ini juga sudah bersinergi dengan dinas kami. Sampaikan jika perlu bantuan. Harapannya, agar trauma healing pada anak atau remaja bisa diminimalisir," imbuhnya.
Selain layanan psikologis, DP3AP2KB Kota Blitar juga membuka layanan pengaduan bagi masyarakat yang ingin melaporkan atau mencari pendampingan terkait kasus anak. Langkah ini diharapkan bisa membantu pemulihan menyeluruh bagi anak-anak yang mengalami trauma. (Vid)