Kota Blitar - Dinas Kesehatan Kota Blitar terus menggiatkan edukasi pola hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk mencegah infeksi cacingan pada anak. Upaya ini juga didukung dengan program pemberian obat pencegahan massal atau POPM kecacingan yang dijalankan rutin setiap enam bulan sekali.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinkes Kota Blitar, Dissie Laksmonowati Arlini kepedulian orangtua sangat penting dalam mencegah infeksi cacing. Sebab, jika tidak segera ditangani, infeksi cacingan dapat menyebabkan kekurangan gizi bahkan menghambat tumbuh kembang anak.
“Gejala cacingan bisa berupa gatal pada anus, sakit perut, penurunan nafsu makan, dan gangguan tidur. Jika tidak ditangani selain bisa menyebabkan kekurangan gizi dapat pula menyebabkan anak mengalami anemia,” ungkapnya.
Sebagai langkah pemantauan, Dissie menyebut survei prevalensi kecacingan dilakukan rutin setiap lima tahun. Dari hasil survei sebelumnya, 6 dari 230 anak tingkat SD di Kota Blitar ditemukan positif mengandung telur cacing. Namun seluruhnya sudah tertangani setelah rutin mengonsumsi obat lewat program POPM kecacingan.
Infeksi cacing, kata Dissie, umumnya dipicu lingkungan yang tidak bersih, kebiasaan bermain tanpa alas kaki, serta kurangnya kebiasaan mencuci tangan. Karena itu, pihaknya mengimbau orangtua untuk lebih disiplin.
“Kami imbau masyarakat selalu menjaga kebersihan lingkungan, membiasakan anak rutin mencuci tangan, serta memastikan anak rutin mengonsumsi obat cacing agar terhindar dari infeksi,” ujarnya.
Melalui program POPM dan dukungan orangtua, Pemkot Blitar optimis kasus kecacingan bisa ditekan sehingga anak-anak tumbuh sehat dan aktif. (Pang)