admin@blitarkota.go.id (0342) 801171

BERITA

Berhasil Susun Renstra Kesehatan yang Terintegrasi, Kota Blitar Dapat Apresiasi dari Pemerintah Pusat

Berhasil Susun Renstra Kesehatan yang Terintegrasi, Kota Blitar Dapat Apresiasi dari Pemerintah Pusat

Admin Kota 28 Oct 2025 325x
Berhasil Susun Renstra Kesehatan yang Terintegrasi, Kota Blitar Dapat Apresiasi dari Pemerintah Pusat

Kota Blitar - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar mendapat apresiasi dari pemerintah pusat, atas keberhasilannya menyusun dokumen Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Kerja (Renja) bidang kesehatan tahun 2025–2029. Renja ini dinilai terintegrasi dan selaras dengan arah kebijakan nasional.

Apresiasi itu disampaikan dalam forum paparan hasil penyusunan Renstra dan Renja di Jakarta pada 20–23 Oktober 2025, yang turut dihadiri Kementerian Kesehatan RI, Kementerian Dalam Negeri, dan Bappenas. Kegiatan ini menjadi puncak pendampingan intensif yang telah berlangsung sejak Mei 2025, di mana Kota Blitar menjadi salah satu daerah yang mendapat bimbingan langsung dari Biro Perencanaan dan Anggaran Kemenkes RI serta Tim Tata Kelola Kesehatan Universitas Airlangga Surabaya.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Blitar, Dissie Laksmonowati Arlini menjelaskan bahwa hasil paparan Kota Blitar mendapat penilaian baik dari Kemenkes, Kemendagri, dan Bappenas RI. Sebab, Kota Blitar berhasil menyelaraskan dokumen perencanaan kesehatan daerah dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) serta visi dan misi Wali Kota Blitar saat ini.

"Tidak semua kota dan kabupaten di Indonesia mendapat pendampingan penyusunan Renstra maupun Renja, sehingga kita yang di Kota Blitar patut berbangga dapat didampingi langsung oleh tim Kemenkes dalam penyusunan program-program strategis kesehatan di daerah,” ungkapnya.

Dissie menjelaskan fokus utama sektor kesehatan di Kota Blitar yang tertuang dalam Renstra dan Renja diarahkan pada program PHTC (Program Hasil Terbaik Cepat) Kesehatan. Mencakup penambahan layanan pemeriksaan kesehatan gratis (PKG), penurunan kasus TBC hingga 50%, peningkatan kualitas layanan medis di rumah sakit daerah, serta percepatan penanganan indikator kesehatan prioritas seperti penurunan stunting, Angka Kematian Ibu (AKI), dan Angka Kematian Bayi (AKB). 

“Dengan adanya sinkronisasi dan dukungan pusat, kami optimistis program-program kesehatan di Kota Blitar akan semakin terarah dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Dissie menegaskan dokumen Renstra dan renja yang telah tersusun akan menjadi acuan utama dalam pelaksanaan program kesehatan di Kota Blitar lima tahun ke depan. Mulai dari perencanaan, penganggaran, hingga pengukuran capaian program agar lebih terarah dan terukur. (Pang)