Kota Blitar - Pemkot Blitar melalui BPBD Kota Blitar hingga kini masih rutin melakukan droping air bersih ke sejumlah kelurahan yang mengalami kekeringan. Sebab sampai awal 2024, jumlah kelurahan yang mengalami kekeringan bertambah di enam wilayah.
Kalaksa BPBD Kota Blitar, Agus Suherli mengatakan sesuai data, saat ini kekeringan dirasakan 382 KK atau 1.417 jiwa di enam Kelurahan, meliputi Kelurahan Ngadirejo, Tanggung, Sentul, Gedog, Tanjungsari dan Pakunden. Jumlah itu mengalami penambahan, jika dibandingkan November 2023 lalu. Jumlah penduduk yang mengalami krisis air bersih, masih berkisar 108 KK.
Menurutnya, kondisi itu membuat pasokan air bersih yang dikirim BPBD Kota Blitar pun ikut meningkat. Dari yang sebelumnya 16.000 liter, kini meningkat hingga 42.000 liter sehari. Sedangkan jika diakumulasi, dari November 2023-Januari 2024, air bersih yang didistribusikan ke warga 2.5 juta liter.
"Sampai hari ini terus kami lakukan pendistribusian air bersih. Biasanya setiap pagi atau siang dan sore. Itu secara bergiliran di enam kelurahan," terang Agus.
Pihaknya memastikan saat ini ketersediaan air bersih di daerah masih aman. Sehingga proses pendistribusiannya dipastikan tidak terkendala. Apalagi, BPBD Kota Blitar juga didukung jajaran terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup, Pemadam Kebakaran, PMI Kota Blitar hingga Polres Blitar Kota. (Kir)