08 Februari 2019

DBD Masih Berpotensi Naik, Puskesmas Kepanjenkidul Maksimalkan 3M Plus

Didik Djumianto,Ka UPTD Puskesmas Kec.Kepanjenkidul.

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi perhatian Pemerintah Daerah, karena jumlah penderitanya yang terus meningkat tak terkecuali di Kota Blitar. Pemerintah Daerah terus menghimbau agar Dinas Kesehatan bersama Puskesmas di masing-masing kecamatan memaksimalkan upaya pencegahan. Hal ini pun direspon oleh Puskesemas Kepanjenkidul-Kota Blitar.

Didik Jumianto, Kepala Puskesmas Kepanjenkidul-Kota Blitar mengatakan, sampai 5 Februari 2019, angka penderita DBD di wilayahnya mencapai 106 kasus, mencangkup DBD, dan Demam Dengue (DD). Angka ini cukup tinggi dibanding tahun 2018 lalu, yang mencapai 123 kasus selama satu tahun. Menurut Didik, ada beberapa faktor penyebab naiknya angka DBD, salah satunya curah hujan yang tidak menentu. 

Selama ini, Puskesmas Kepanjenkidul telah berupaya menekan angka DBD, dengan melakukan fogging fokus beberapa waktu lalu. Diperuntukan seluruh kelurahan yang ada di Kecamatan Kepanjenkidul. Fogging dilakukan setelah melalui survey epidemiologi.

“Kita juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Kita sering diundang RT, Kelurahan begitu, kita gunakan untuk sosialisasi tentang DBD kepada masyarakat. Bisa melakukan pencegahan dengan menanam tanaman yang bisa mengusir nyamuk dll”, jelas Didik.

Karena DBD masih berpotensi naik, Didik menghimbau agar masyarakat diwilayahnya optimalkan pencegahan dengan pola 3M plus, serta kader satu rumah satu jumantik. (kir)



Dibaca : 20