09 Agustus 2018

Rawan pencurian data, BSSN sarankan warga tidak sembarangan pakai jaringan Wifi terbuka di tempat umum

Supapri Situmorang Sandiman BSSN

Selama ini jaringan wifi di tempat umum, seperti café, rumah makan, tempat hiburan, atau tempat lain, tidak memiliki keamanan yang mumpuni untuk menangkal virus. Termasuk jaminan bebas retas dari pengguna internet tak bertanggungjawab, yang dinilai masih terabaikan.

Supapri Situmorang, Sandiman Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), saat memberi materi Sosialisasi Pengamanan Informasi Dan Kontra Penginderaan (Counter Surveillance) di Ruang Sasana Praja Pemkot Blitar, Selasa, 07 Agustus 2018 siang mengatakan, jaringan wifi yang tidak terproteksi, saat ini menjadi jalur mudah bagi hacker mencuri data penting pemakai wifi di semua tempat. Cara mereka meretas bermacam-macam. Ada yang mengirim link website tertentu yang menarik, ada pula yang memakai aplikasi media sosial, aplikasi belanja, aplikasi transportasi online, untuk mengorek data diri pengguna, sehingga penipuan bisa terjadi.

Untuk menghindari pencurian data pribadi yang digunakan untuk penipuan, pihaknya menyarankan warga Kota Blitar memakai jaringan wifi yang terproteksi, jaringan pribadi, atau selektif menggunakan wifi. Selain itu, jangan pernah memakai wifi yang tidak dilindungi password, atau jaringan di lokasi umum yang bersifat terbuka dan tidak private. BSSN merekomendasikan warga untuk hanya memakai wifi di rumah atau di tempat kerja, agar data pribadi aman.

“Wifi ditempat umum rawan diretas. Taruhannya identitas rahasia kita di media sosial maupun chatting. Disarankan kita cari wifi yang aman, agar tidak menjadi korban penipuan melalui pencurian data,” ujar Morang.

Pencurian data yang saat ini marak diantaranya peretasan password di akun transportasi online, akun belanja online, facebook, whatsapp, bahkan di instagram. (Yud )



Dibaca : 61