08 Agustus 2018

Lindungi warga dari peredaran pangan berbahaya, YLKI Blitar sarankan TKP2MO rutin gelar Sidak Mamin

Dadik Setyo Wahyudi Ketua YLKI Kota Blitar

Sidak dua kali dalam setahun yang sudah digelar TKP2MO dinilai masih kurang. Selain itu saat ini sektor perdagangan di Kota Blitar tumbuh pesat, sehingga juga harus diiringi dengan gerak cepat untuk mengamankan pangan.

Dadik Setyo Wahyudi, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Kota Blitar, saat ditemui di kantornya, Rabu, 01 Agustus 2018 siang mengatakan, idealnya pengawasan pangan dilakukan sepanjang waktu. Jika memang belum bisa dilaksanakan, pengawasan bisa dilakukan setiap bulan atau tri wulanan. Ini dilakukan untuk mempersempit ruang gerak pedagang nakal, agar peredaran pangan berbahaya bisa dihilangkan.

Kebijakan pengawasan pangan melalui sidak TKP2MO ke seluruh pedagang di Kota Blitar, selain bisa melindungi konsumen dari bahaya konsumsi bahan pangan berbahaya, juga memastikan Kota Blitar bebas peredaran bahan pangan bermasalah. Selain sidak yang digelar TKP2MO, YLKI Kota Blitar berharap, warga secara mandiri mau berdaya, dengan memeriksa barang belanja mereka sendiri.

"Sidak dua kali memang masih kurang, kalau bisa tiga bulan sekali atau sebulan sekali. Ini untuk mengekang pedagang nakal yang diduga bermain curang dengan menjual produk pangan bermasalah,” jelas Dadik.

Dari pantauan YLKI Kota Blitar, peredaran bahan pangan di Kota Blitar saat ini dalam kondisi aman. (Yud )



Dibaca : 25















Close