08 Agustus 2018

Rawan peretasan, BSSN sarankan warga tak mudah posting identitas diri ke internet

Sandiman BSSN Supapri Situmorang saat menyampaikan materinya pada Sosialisasi .

Identitas diri seperti email asli, data kependudukan, nomor handphone, termasuk biometrik, jika diposting ke internet, akan membuat kita rawan menjadi korban peretasan atau penipuan.

Supapri Situmorang, Sandiman Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), saat memberi materi Sosialisasi Pengamanan Informasi Dan Kontra Penginderaan (Counter Surveillance) di Ruang Sasana Praja Pemkot Blitar, Selasa, 07 Agustus 2018 siang mengatakan, banyak peretas dan penipu sekarang ini memakai metode canggih untuk berburu korban. Selain mengandalkan tanggal lahir dan alamat email yang biasa diposting di media sosial, mereka juga memanfaatkan biometrik tubuh, seperti finger print di handphone, password di handphone untuk melakukan pembobolan data dan penipuan.

Agar terhindar dari peretasan dan penipuan, warga disarankan untuk memakai email atau password apapun yang tidak ada kaitannya dengan identitas pribadi. Dengan cara sederhana ini, potensi orang berkepentingan menguasai akun media sosial, akun bank, atau akun virtual kita sangat kecil. Dalam membuat password email atau media sosial, warga bisa memakai password dengan kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka dan tanda baca dengan jumlah minimal 8 digit, karena dengan metode ini, peretas tidak akan mampu menembus kode yang kita buat.

"Segala hal yang terkait dengan password, email dan nomor handphone di media social, disarankan tidak ditampilkan, atau pakai email yang tidak ada hubungannya dengan identitas kependudukan resmi, termasuk fingerprint atau fitur keamanan di smartphone,” ujar Morang.

Selain jangan mudah memposting identitas diri, warga diharapkan juga tidak memakai wifi sembarangan,  karena rentan virus yang disebar hacker. (Yud)



Dibaca : 23















Close