06 Juni 2018

Tingkatkan Literasi Sejarah Pemkot Blitar Himbau Sastrawan Rajin Hasilkan Karya Bermuatan Lokal

Semakin banyak karya yang dihasilkan penulis dan sastrawan asli Kota Blitar, secara tidak langsung mereka juga mendokumentasikan sejarah kearifan lokal Kota Blitar, agar kedepan bisa menjadi sejarah. Selain itu, generasi bangsa bisa tetap mengenang sekaligus mempelajari peristiwa bersejarah di Kota Blitar, di masa yang akan datang.

Drs Rudy Wijonarko M.Si, Sekretaris Daerah Kota Blitar, saat membuka bedah buku rampogan macan di Sasana praja Pemkot Blitar, Selasa 05 Juni 2018 pagi mengatakan, banyak tema dan materi yang diangkat dari lokal Kota Blitar, karena peristiwa-peristiwa sejarah besar terkait sejarah indonesia, pernah terjadi di Kota Blitar. Apalagi makam raja, makam tokoh besar atau nama besar ada di Kota Blitar, sehingga sangat mudah mencari sumber daftar kepustakaan.

“Kita sudah punya penulis dan sastrawan lokal, tapi kita ingin ada lebih banyak yang produktif, agar Kota Blitar tercatat dalam sejarah literasi lokal” Ujar Rudy.

Melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, para sastrawan dan penulis bisa bertukar pikiran, baik terkait tema maupun publikasi seperti bedah buku, sehingga tetap produktif. Selain penulis dan sastrawan lokal mendapatkan ruang untuk berkarya dan berekspresi, secara tidak langsung, melalui buku dan dokumentasi mereka, sejarah yang terjadi di Kota Blitar tidak akan lenyap dan dilupakan.

Karya penulis dan sastrawan asli Kota Blitar sekarang sudah banyak, diantaranya buku “Wong Blitar”, dan yang terbaru buku “Rampogan Macan”, keduanya karya Hery Setiabudi. ( Yud )



Dibaca : 132