12 Februari 2018

Walikota Blitar Menilai Survey yang dilakukan BPS Kota Blitar Terkait dengan Kenaikan Angka Kemiskinan Kurang Valid

M Samanhudi Anwar Walikota Blitar

Mohamad Samanhudi Anwar SH,MM, Walikota Blitar mengaku heran terkait dengan hasil survey sosial ekonomi yang dilakukan BPS pada tahun 2017 lalu. Hasil survey menyebutkan Indeks Keparahan Kemiskinan di Kota Blitar selama tahun 2017 mengalami peningkatan.

Menurut Hudi, berdasarkan hasil konfirmasi ke BPS, survei dilakukan secara sample sehingga pihaknya menilai hasil survei dinilai kurang valid. Untuk itu Hudi mengaku segera mengintruksikan Rt, Rw hingga Kecamatan untuk melakukan pendataan warga miskin untuk mengetahui angka valid kemiskinan di Kota Blitar. Apalagi selama ini Pemerintah Kota Blitar sudah optimal mengentaskan kemiskinan, dengan menelorkan program pro-warga miskin seperti bantuan beras- sekolah gratis- sepeda gratis dan bantuan lainnya. 

“Kalau RT-RW kan survey langsung terjun kepada masyarakat secara keseluruhan, sehingga data yang diperoleh valid.Nanti akan kita bandingkan dengan data yang diperoleh BPS,”kata Hudi.

Sekedar diketahui , data di BPS Kota Blitar menyebutkan Indeks kedalaman Kemiskinan (P1) Kota Blitar Tahun 2017 sebesar 0,93 turun dibandingkan tahun 2016 yang sebesar 1,04. Sementara Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) mengalami peningkatan dari 0,20 menjadi 0,24. Hal ini berarti rata-rata pengeluaran penduduk miskin semakin mendekati garis, namun ketimpangan pendapatan di antara mereka justru semakin besar. (ram)



Dibaca : 38