12 Juni 2014

Kelola Sampah, TPA Gedog Terapkan Sistem Sanitary Landfill

Volume sampah yang dihasilkan masyarakat Kota Blitar, baik sampah domestik rumah tangga maupun sampah pasar perharinya mencapai angka 265 meter kubik. Secara keseluruhan mampu tertampung di TPA Kelurahan Gedog.

Pande Ketut Suryadi, SH, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Blitar mengatakan, sejak dioperasionalkannya TPA Gedog dengan sistem Sanitary Landfill sekitar bulan Mei tahun lalu, masalah persampahan bukan menjadi masalah serius bagi Kota Blitar. Sanitary Landfill merupakan sistem pembuangan akhir sampah yang dilakukan dengan cara sampah ditimbun, lalu dipadatkan dengan menggunakan alat berat seperti Bulldozer, kemudian ditutup dengan tanah sebagai lapisan penutup setiap hari pada setiap akhir kegiatan sehingga tidak menimbulkan aroma tidak sedap.

Menurut Pande, yang terpenting saat ini meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tetap mempertahankan kebersihan lingkungan sekitar. Berdasarkan evaluasinya, masih ditemukan segelintir masyarakat yang membuang sampah di sembarang tempat seperti di sungai.

Pande berharap, layaknya petugas di TPA, seharusnya masyarakat mampu selektif dalam membuang sampah, mengingat sampah juga mampu bernilai ekonomis. Misalnya untuk sampah plastik bisa didaur ulang menjadi minyak, sedangkan sampah organik mampu dijadikan pupuk organik.

Sementara itu, meskipun Kota Blitar telah mempekerjakan sekitar 75 petugas penyapu jalan, namun bukan berarti masyarakat tidak mau peduli dengan kebersihan lingkungan sekitarnya. (ram)

Close