x

Tahun Depan, Dinkes Targetkan Nol Temuan Peredaran Mamin Berbahaya

Target ini optimis bisa tercapai karena selama semester pertama tahun 2019, minim temuan dan belum ada laporan masuk terkait peredaran makanan dan minuman yang diduga berbahaya.

Kiki Ismaya, S.K.M, Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olah Raga Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Blitar, saat ditemui dikantornya (9/6) Selasa siang mengatakan, untuk mewujudkan target nol temuan, secara langsung pihaknya sudah menghubungi pemilik toko atau supermarket yang beroperasi di Kota Blitar, dengan mengingatkan pentingnya tidak menjual barang atau makanan minuman berbahaya. Selain itu, juga dilakukan tatap muka langsung dengan pedagang, termasuk kunjung lapang personal, untuk mengetahui kondisi toko, minimarket dan supermarket yang sebenarnya.

Hasil kerjasama antara Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Koordinasi Pembinaan Pengawasan Makanan dan Obat (TKP2MO) Kota Blitar, melalui razia ke swalayan dan toko cukup bagus. Baik razia maupun kunjung lapang, terbukti mampu menekan pedagang dan pemilik swalayan atau toko, sehingga mereka mulai enggan menjual makanan dan minuman yang diduga kadaluarsa dan kemasannya rusak di Kota Blitar.

“Kita targetkan nol, karena tahun ini sudah sangat sedikit yang ditemukan dan memang perlu kerjasama banyak pihak untuk mewujudkan target ini,” jelas Kiki.

Untuk memastikan target tidak meleset, pihaknya terus berkomunikasi dengan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Kota Blitar, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, agar kondisi pasar tetap terpantau.(Yud)


 

Share icon
Dibaca : 13 kali